A. Ginanjar Sya’ban Sajikan Naskah-Naskah yang Merekam Intelektualitas Ulama Nusantara

0
612
A. Ginanjar Sya'ban di acara Bedah Buku Karyanya, Mahakarya Islam Nusantara, Aula PCNU Banyuwangi. Ahad, (10/9).

Banyak kalangan peneliti keislaman yang menganggap Islam di Nusantara ini adalah Islam pinggiran, Islam sinkretis, Islam tidak murni, dan berbagai streotype buruk lainnya. Salah satu argumentasinya adalah tak adanya karya intelektual tentang keislaman dari Indonesia. Diskursus pengetahuan keagamaannya semua merujuk pada produk Timur Tengah.

Tuduhan tersebut, jika sepintas melihatnya, memang seolah-olah benar. Ulama Nusantara hanyalah konsumen yang memamah biak apa pun yang menjadi diskursus keislaman di Arab. Akan tetapi, jika mau jeli menggali dan mempelajari khazanah Islam di Nusantara yang terbentang lebih dari 6 abad, tuduhan tersebut layak di-tong-sampah-kan.

Upaya untuk melihat khazanah Islam Nusantara dengan jeli, datang dari Ajengan Ahmad Ginanjar Sya’ban. Direktur Islam Nusantara Center (INC) ini, menelusuri naskah-naskah karya ulama Nusantara yang terserak. Baik di dalam maupun di luar negeri. Ia mengkupas karya per karya dari sisi isi, sejarah hingga konteks sebuah kitab ditulis.

Ajengan Ginanjar yang oleh kawan-kawan akrabnya di Pesantren Lirboyo dulu, disapa Aceng itu, merunutkan pembahasan naskah-naskah yang merekam intelektualitas ulama Nusantara sejak abad ke-14 hingga abad 20. Semuanya terangkum dalam buku “Mahakarya Islam Nusantara”.

Sumber : Akun Resmi Instagram PCNU Banyuwangi @pcnu_bwi

Comments

comments