Jelajah Nusantara : Syekh Abdul Muhyi Pamijahan

0
1471

Pamijahan adalah nama tempat wisata bagi peziarah yang berada di desa pamijahan kecamatan Bantarkalong kabupaten Tasikmalaya. Dalam perjalanan jelajah nusantara, Z. Milal Bizawie singgah di sini, berziarah dan napak tilas jejak ulama-ulama, waliyullah Nusantara.

kisah-karomah-syekh-abdul-muhyi-pamijahan-yjqSejarah Pamijahan mengacu kepada dua situs yang menarik peziarah untuk mendatangi kawasan asri ini yaitu Goa Safarwadi dan Makam Waliyullah Syeh Abdul Muhyi, kehadiran orang-orang ke pamijahan banyak terpusat di kedua area ini saat melakukan ziarah terutama dibulan bulan tertentu, sehingga apabila memasuki bulan tersebut wisata ziarah pamijahan sangatlah padat karena aktivitas para peziarah yang datang berkunjung dari berbagai wilayah tanah air.

milal-pamijahan-pustakacompassPamijahan terletak di sebuah kampung dipinggir sungai dan merupakan pusat dari kedusunan setempat yang masih terlihat asri dan alami karena penduduk lokal menjaga dan mentaati nasihat dari para tokoh sepuh dan ulama dalam menjaga alam secara lestari.

Siapa Syeikh Muhyi Pamijahan?

Dalam penuturan Z. Milal Bizawie, Syekh Muhyi merupakan seorang tokoh penyebar islam yang sanad perjuangannya berlanjut ke Syekh Baing Yusuf Purwakarta.

Syeikh Haji Abdul Muhyi lahir di Mataram sekitar tahun 1650 Masehi atau 1071 Hijriah dan dibesarkan oleh orang tuanya di kota Gresik atau Ampel. Dia selalu mendapat pendidikan agama baik dari orang tua maupun dari ulama-ulama sekitar Ampel. Karena ketekunannya menuntut ilmu disertai dengan ibadah disamping kesederhanaan dan kewibawaan yang menempel di dalam diri dia maka tak heran jika teman-teman sebaya selalu menghormati dan menyeganinya.

Pada saat berusia 19 tahun dia pergi ke Aceh atau Kuala untuk berguru kepada Syekh Abdurrauf Singkil bin Abdul Jabar selama 8 tahun yaitu dari tahun 1090-1098 Hijriah atau 1669 -1677 Masehi. Pada usia 27 tahun dia beserta teman sepondok dibawa oleh gurunya ke Baghdad untuk berziarah ke makam Syeikh Abdul Qodir Al-Jailani dan bermukim di sana selama dua tahun. Setelah itu mereka diajak oleh Syeikh Abdul Rauf ke Makkah untuk menunaikan Ibadah Haji.

pamijahan-milal-pustakacompassKetika sampai di Baitullah, Syeikh Abdul Rauf mendapat ilham kalau di antara santrinya akan ada yang mendapat pangkat kewalian. Dalam ilham itu dinyatakan, apabila sudah tampak tanda-tanda maka Syeikh Abdulrrauf harus menyuruh santrinya pulang dan mencari gua di Jawa bagian barat untuk bermukim di sana.

Suatu saat sekitar waktu ashar di Masjidil Haram tiba-tiba ada cahaya yang langsung menuju Syeikh Abdul Muhyi dan hal itu diketahui oleh gurunya Syeikh Abdur Rauf sebagai tanda-tanda tersebut. Setelah kejadian itu, Syeikh Abdurrauf membawa mereka pulang ke Kuala atau Aceh tahun 1677 M. Sesampainya di Kuala, Syeikh Abdul Muhyi disuruh pulang ke Gresik untuk minta restu dari kedua orang tua karena telah diberi tugas oleh gurunya untuk mencari gua dan harus menetap di sana. Sebelum berangkat mencari gua, Syeikh Abdul Muhyi dinikahkan oleh orang tuanya dengan Ayu Bakta putri dari Sembah Dalem Sacaparana putra Dalem Sawidak atau Raden Tumenggung Wiradadaha III

Tak lama setelah pernikahan, dia bersama istrinya berangkat ke arah barat dan sampailah di daerah yang bernama Darma Kuningan. Atas permintaan penduduk setempat Syeikh Abdul Muhyi menetap di Darmo Kuningan selama 7 tahun (1678-1685 M). Kabar tentang menetapnya Syeikh Abdul Muhyi di Darmo Kuningan terdengar oleh orang tuanya, maka mereka menyusul dan ikut menetap di sana.

Syekh Abdul Muhyi Dan Gua Safarwadi Pamijahan

Ketika Syekh Abdul Muhyi berjalan ke arah timur, beliau mendengar suara air terjun dan kicaun burung yang asal suaranya berasal dari dalam lubang. Lalu dilihatnya lubang besar itu ternyata keadaannya serupa dengan gua yang diceritakan oleh gurunya. Seketika itulah kedua tangannya diangkat, memuji kebesaran Allah. Akhirnya ditemukan jua gua bersejarah, dimana ditempat inilah dahulu kala Syekh Abdul Qodir Al Jailani menerima ijazah ilmu agama dari gurunya yakni Imam Sanusi.gua-pamijahan-nusantara

Gua ini berada diantara kaki Gunung Mujarod, sekarang lebih di kenal dengan nama Gua Safarwadi Pamijahan dan para peziarah sering mengunjungi gua ini setelah sebelumnya melakukan ziarah ke makam waliyullah Syekh Abdul Muhyi di pamijahan, Gua Safarwadi merupakan warisan dari Syekh Abdul Qodir Al Jailani seorang waliyullah yang hidup 200 tahun sebelum masa Syeikh Abdul Muhyi. Semenjak gua ditemukan, Syekh Abdul Muhyi semasa hidupnya bermukim disini bersama keluarga dan para santrinya.

Sumber :pamijahan.com

Comments

comments