KOMIK Sejarah Perjuangan Ulama-Santri

0
638

“KOMIK Sejarah Perjuangan Ulama-Santri”

Pengenalan sejarah perjuangan santri dalam bentuk komik ini sangat efektif. Sehingga para pembaca usia dini paham akan perjuangan santri yang gigih walau dengan senjata bambu runcing, doa dan tekad yang kuat.

Judul : Kisah Perjuangan Bambu Runcingkomik kisah perjuangan bambu runcing pustaka compass siap dikirim
Penulis : Fuadi
Cetakan : Agustus 2017
Ukuran : 13 x 19
Tebal : iv + 54 hal
Penerbit : Pustakacompass
Harga : Rp 35.000,-
Peresensi: M. Ridlo

Pergerakan kaum santri merupakan salah satu yang terpenting dalam bagian sejarah perjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia. Sejarah ini penting dipahami masyarakat sejak usia dini, khususnya masyarakat santri.

Dalam rangka mengenalkan sejarah tersebut, Pustaka Compass menerbitkan buku komik karya Fu’adi Alkirom berjudul “Kisah Perjuangan Bambu Runcing”. Komik secara garis besar mengkisahkan tentang perlawanan pejuang kemerdekaan dengan senjata bambu runcingnya.

Dimana seorang ulama bernama KH. Subkhi asal Parakan menjadi tokoh utama. Dibantu oleh tokoh-tokoh lain seperti KR. Sumo Mihardho (keturunan Sultan Hamengkubuwono II), K. Nawawi, KH. Mandura, K. Abdurrahman, KH. Ridwan, K. Baidhowi, K. Sayuti Tohir, K. Zaenal Abdidin, M. Affandi, K. Suwardi, K. Badrudin, KH. Istahari dll.

Kisah ini berawal pada masa perang dunia kedua berkecamuk, Jepang menguasai Indonesia, sampai terjadi pertempuran di Surabaya – Semarang. KH. Subkhi menggagas senjata bambu runcing yang gampang didapat, efektif dan berguna bagi keamanan lingkungan.

Kemudian diberi doa, dibantu oleh KR. Sumo Muhardho. Prosesi doa melampaui dua tahapan lagi yaitu memberikan sesuap nasi dan minum “banyu wani” (air berani). Disamping dengan senjata, para pejuang juga dilatih secara fisik dengan cara dikungkum dalam air sebanyak tujuh kali berturut-turut. Ini dilakukan tengah malam pukul 03.00 wib.

Hal ini didengar oleh masyarakat hingga daerah-daerah mengirim utusan. Tokoh-tokoh penting seperti KH. Wahid Hasyim, KH. Zainal Arifin, KH. Masykur, sampai panglima Soedirman bersama pasukannya datang menemui KH. Subkhi. Langkah ini didukung oleh Hadratussyaikh Hasyim Asy’ari dalam melawan penjajah. Para santri Jawa Timur pun berdatangan minta doa dan digembleng.

Pengenalan sejarah perjuangan santri dalam bentuk komik ini sangat efektif. Sehingga para pembaca usia dini paham akan perjuangan santri yang gigih walau dengan senjata bambu runcing, doa dan tekad yang kuat.

Comments

comments