“Mahakarya Islam Nusantara” Dibedah di MA Salafiyah Kajen dan STIBI Syekh Jangkung dalam Satu Hari

0
221

Pustakacompass.com, Pati – Islam Nusantara, tentang Sejarah, Peradaban dan Khazanah Keilmuan Ulama Nusantara

Jika khatam ngaji nahwu, pasti akan paham dan tidak salah paham terhadap istilah Islam Nusantara. Sebagaimana yang dikatakan oleh A. Ginanjar Sya’ban dalam bedah Bukunya berjudul “Mahakarya Islam Nusantara : Kitab, Naskah, Manuskrip dan Korespondensi Ulama Nusantara” terbitan Pustaka Compass, di Madrasah Aliyah Salafiyah Kajen Pati. Sabtu, (07/10).

“Karena pasti akan paham dengan Sifat dan mausuf, mudhof mudhof ilaih, yang menyimpan arti “fi” atau “di”. Misalnya, Al Islam al Andalus, ini artinya Islam di Andalus, sejarah peradaban Islam di Andalus.” ujar filolog santri ini.

Ahmad Ginanjar menegaskan “Jadi Islam Nusantara adalah tentang sejarah peradaban Islam di Nusantara, beserta Ulama nya siapa saja, karya-karya atau kitabnya apa saja. Ini diwakili dengan istilah Islam Nusantara.”

Senada dengan A. Ginanjar, Zainul Milal Bizawie mengatakan bahwa Islam Nusantara yang kaya dan merangkul budaya lokal. Bukan Islam yang gampang menghakimi. Melainkan Islam yang penuh toleransi dan dakwah yang damai.

“Walisongo sampai mbah Hasyim asyari yang memiliki sanad tersambung. Begitu juga para santri madrsah di Salafiyah ini. Sanadnya tersambung ke mbah Hasyim, melalui KH. Muhibi Hamzawie.”, tandas Milal yang juga alumni Madrasah Salamah Kajen.

Road Show bedah buku di Salafiyah Kajen ini, merupakan tempat ke 9 dalam rangkai Road Show Jatim-Jateng. Beberapa Kampus dan Pesantren yang telah dikunjungi sebelumnya antara lain UIN Sunan Ampel Surabaya, UIN Maliki Malang, STAI Al-Fitrah Surabaya, PCNU Tulungagung, IAIN Surakarta, PP Lirboyo Kediri.

Siang harinya, pukul 14.00 wib, Road Show dilanjutkan di Sekolah Tinggi Ilmu Budaya (STIBI) Syekh Jangkung Kayen Pati. Dihadiri oleh Mahasiswa, Fatayat, Ansor, dan PCNU setempat.

STIBI Syekh Jangkung Pati Pustaka Compass
Gus Milal bersama Ginanjar Sya’ban di STIBI Syekh Jangkung Kayen Pati

Tidak jauh beda dengan sebelumnya, para peserta kebanyakan bertanya tentang apa itu Islam Islam Nusantara. Apakah aliran mazhab baru, atau bagaimana. Kenapa banyak kitab-kitab yang diulas kebanyakan bermazhab syafii.

Kenapa warisan kitab Ulama Nusantara itu kebanyak dari ulama bermazab fiqh syafii, “Karena pada kenyataannya karya yang ditemukan adalah Ulama bermazhab syafii.”, jawab Ginanjar.

Hal ini ia buktikan dengan menunjukkan catatan Ibnu Batutah tentang komunitas muslim awal di Nusantara bermazhab Syafii.

Ada karya dari luar NU misalnya, tapi sangat sedikit. Kebanyakan dari kalangan tokoh Pemikiran Islam modern. Dan sanadnya tidak kuat. “Dan yang paling utama, mazhab syafii lah yang tertua di Nusantara. Hingga NU beridiri. Sebenarnya tahun 1926 itu, diresmikannya NU. Karena secara ideologi, mazhab sudah ada sejak lama.”, pungkas Ginanjar. (Hafid).

Comments

comments