Menristekdikti M. Nasir : Penghargaan Santri Harus Didukung dan Dikembangkan

0
481

Pustakacompass.com, Jakarta – Santri mempunyai sejarahnya sendiri dalam menunjukkan kecintaannya terhadap negeri ini. Menjadi tulang punggung pergerakan nasional dan berada di garda depan mempertahan NKRI dari ancaman penjajah. Menonjolkan diri dan ingin dihargai bukanlah karakter seorang santri.

“Karakter santri itu selalu ikhlas, tawadhu, dan selalu memegang teguh kejujuran. Sehingga apapun yang dilakukan, apakah itu suatu pengabdian pada masyarakat, sebuah pengorbanan, sikap patriotis, atau pengabdian kepada bangsa dan negara tidak pernah dipublikasikan, bahkan tidak pernah mendapat apresiasi apapun”. ujar Ibu Shinta Nuriyah Wahid (istri alm. Gus Dur).

Hal itu disampaikan dalam acara puncak penganugrahan Santri of The Year 2016, Museum Nasional (23/10). Tapi bagaimanapun, bangsa dan negara ini harus tahu sejarahnya. Generasi penerus bangsa ini harus belajar dari perjuangan tanpa pamrih dari pahlawan santri, yang selalu memberi inspirasi perjuangan. Dan sampai sekarang, santri tidak berhenti berjuangan dan memberikan inspirasi pada negeri ini.

Karena itu dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2016, Pustaka Compass memberikan penghargaan “Santri of The Year” untuk tokoh-santri atas prestasi, perjuangan, pengaruh dan inspirasi bagi negeri ini dalam berbagai bidang. Beberapa tokoh yang mendapatkan penghargaan itu antara lain adalah Alm. KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur), tiga menteri pemerintahan Jokowi-JK : Mohamad Nasir (Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi), Khofifah Indarparawansa (Menteri Sosial), dan Imam Nahrawi (Menpora RI).

Gus Dur sendiri mendapat penghargaan “Santri of The Year 2016” sebagai Santri Lifetime Achievement, Santri pejuang seumur hidup untuk negeri. Sementara Mohamad Nasir meraih penghargaan “Santri of The Year 2016” Inspirasi Santri Bidang Pendidikan. Khofifah Indarparawansa meraih penghargaan “Santri of The Year 2016” Inspirasi Santri Bidang Pendamping Umat (Dakwah), dan  Imam Nahrawi  meraih penghargaan “Santri of The Year 2016” Inspirasi Santri Bidang Kepemimpinan dalam Pemerintah. (Baca Artike terkait : Daftar Peraih Penghargaan Santri 0f The Year 2016 Pustaka Compass).

fotobersamabushinta-pustakacompass-comDalam sambutannya, Menristekdikti Mohamad Nasir menyampaikan apresiasi positif terhadap Pustaka Compass yang menyelenggarakan penganugerahan “Santri of The Year 2016”. Nasir berharap acara ini dapat memberikan inspirasi kepada para santri di seluruh Indonesia untuk bangkit ikut memajukan Indonesia.

“Dalam era kompetisi ini, para santri harus bisa menjadi santri profesional. Saat ini adalah era persaingan, era musabaqah. Untuk menang dalam era ini, santri harus profesional dan tidak cukup hanya hafal Al Quran saja,” papar Nasir.

Dalam wawancaranya dengan pustakacompass.com, M. Nasir dengan rendah hati mengaku tidak menyangka mendapatkan anugrah penghargaan Santri of The Year inspirasi di bidang pendidikan ini. “saya sendiri mendapat penghargaan ini tidak percaya, karena memang saya kebetulan dari dulu menggeluti bidang pendidikan. Banyak orang lain yang lebih sukses dalam bidang ini.” ujarnya.

Nasir berharap penghargaan santri seperti ini bisa dikembangkan lebih baik dan lebih luas lagi kedepannya. “Ini sangat baik untuk ke depan kita kembangkan di berbagai bidang, tidak hanya ini. Mungkin di bidang Sains, engenering, bidang inovasi.” katanya.

Selain dihadiri para santri berbagai daerah, acara ini juga dihadiri sejumlah tokoh, hadir beberapa tokoh sebagai pemberi dan penerima penghargaan, serta tamu undangan, antara lain Mochammad Ghozali (Ketum HIPSI), Dr. H. Sibroh Malisi, Dr. Zastrouw Al-Ngatawi, Jalaluddin Mannagalli Parawansa (putra ibu Khofifah), Drs. Zainal Aimini, M.Pd. (Asisten Deputi Standardisasi dan Infrastruktur Pemuda, mewaliki Menpora), Prof. H. Abdurrahman Mas’ud, Ph.D , Dr. Zainul Milal Bizawie, dll. (Damar).

(Baca juga : Shinta Nuriyah : Mereka Ada di Garda Depan Untuk Bangsa-Negara, Itulah Santri.!)

Comments

comments