Napak Tilas Kramat Pangeran Papak dan Pangeran Sanghiyang

0
7273

Pustakacompass.com, Jakarta – Jelajah Nusantara Zainul Milal Bizawie di Jakarta, berziarah dan napak tilas sejarah di beberapa makam para pejuang Islam. Diantaranya adalah Kramat Pangeran Papak di Jalan Perintis Kemerdekaan  dan Makam Pangeran Sanghiyang (rd. Syarif) bin Pangeran Senopati Ingalaga Jatinegara Kaum (Sodong).

Kramat Pangeran Papak

#jelajahnusantara : Makam Keramat Pangeran Papak Jl. Perintis kemerdekaan Jakarta.

A video posted by Pustaka Compass (@pustakacompass) on

Pangeran Papak dikenal mulai dari Gadog. Dia (Pangeran Papak), membina semangat penduduk Pajajaran setelah kejatuhan Pelabuhan Kalapa oleh Fatahilah.

milal-pangeranpapakjakarta-jelajahnusantara-pustakacompass

pangeranpapak-jelajahnusantara-pustakacompass

Keramat Pangeran Papak terletak di Jalan perintis kemerdekaan Kelapa Gading Jakarta. Sebenarnya ini adalah salah satu dari keramat pangeran papal. Uniknya ada dua tempat yang diyaikini sebagai makamnya. Terletak di Cirebon dan Garut.

Makam Pangeran Sanghiyang

Pangeran Sang Hyang (Raden Syarif bin Pangeran Senopati Ingalaga) merupakan tokoh Islam keturunan Bangsawan Banten yang aktif berjuang melawan penjajah Belanda bersama tokoh-tokoh lain seperti Pangeran Tubagus Badaruddin. Pangeran Sang Hyang dibuang oleh VOC ke Sri Lanka pada tahun 1746 – 1750.

sanghyang-2-pustakacompass

Makam Pengeran Sanghiyang ini terletak di Jl. Jatinegara Kaum Raya No.20B Kel. Jatinegara Kaum, Jakarta Timur sekitar 100 meter dari makam Pangeran Jayakarta, yang tiada lain adalah keturunannya sendiri.

Zainulmilal-jelajahnusantara-pustakacompass

Satu atap dengan Makam Pangeran Sanghiyang, terdapat tiga lain dari keluarganya. Di sebelah kanannya terdapat makam “Ibu Sri Ratu Pembayu”, dan di kiri bawahnya ada dua makam lagi. Paling kiri, dimana terdapat batang pohon mati, adalah makam Pangeran Tanzul Arifin. Di sebelahnya adalah Makam Pangeran Nasib. Setiap makam terlihat sangat rapi.

pengeransanghyang-pustakacompasspangeransanghyang-milal-pustakacompass

Comments

comments