Pangeran Sanghyang (R. Syarif) : Pejuang Islam Anti Kolonial

0
838

Jelajah Nusantara selanjutnya mengunjungi makam-makam Pajuang Islam di Jakarta. Salah satunya adalah Pangeran Sanghyang (Raden Syarif) bin Pangeran Senopati Ingalaga. Makam beramalamat di Jalan Jatinegara Kaum No.49 RT. 003/RW. 003, Jatinegara Kaum, Pulo Gadung, RT.6/RW.3, Jatinegara Kaum, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13250.

pangeransanghyang-pustakacompassKompleks Makam Pangeran Sanghyang menempati pekarangan cukup luas, tepat sebelum kompleks Makam Pangeran Jayakarta di Jl Jatinegara Kaum, Jakarta Timur. Dan Pangeran Sanghyang sendiri adalah keturunan dari Pangeran Jayakarta.zainulmilal-jelajahnusantara-pustakacompass

Menurut Penuturan Z. Milal Pangeran Sanghyang (Raden Syarif bin Pangeran Senopati Ngalaga) adalah tokoh Islam keturunan Bangsawan Banten. Ia berjuang melawan Belanda bersama Pangeran Tubagus Badaruddin dan tokoh lain. Pangeran Sang Hyang dibuang oleh VOC ke Sri Lanka pada 1746 – 1750, sekira seabad setelah kedatangan Pangeran Sageri ke Jatinegara Kaum.

Bangunan berukuran 8×7 meter di ujung itu adalah cungkup Makam Pangeran Sanghyang. Makam Pangeran Sanghyang, dibalut kelambu berwara putih, diapit payung susun tiga yang mengembang. Karpet di depan kubur ini terlihat bersih. Bunga sedap malam diletakkan di atas kubur. Pada dinding kanan terdapat tengara pemugaran makam bertanggal 17 Agustus 2002 yang dibiayai keluarga KH Rd Moh Alibasyah dan putera-puterinya.

zainulmilal-pangeransanghyang-pustakacompassDi sebelah kanannya terdapat makam “Ibu Sri Ratu Pembayu”, dan di kiri bawahnya ada dua makam lagi. Paling kiri, dimana terdapat batang pohon mati, adalah makam Pangeran Tanzul Arifin. Di sebelahnya adalah Makam Pangeran Nasib. Setiap makam terlihat sangat rapi, dilapis keramik bermutu dengan panjang kijing sekitar 2,25 meter.

Pangeran Tanzul Arifin adalah putera Pangeran Sageri (Pangeran Sugiri, Pangeran Sogiri, atau Ash-Shogiri). Ia adalah cucu Sultan Ageng Tirtayasa (1651-1672), keturunan Syarif Hidayatullah. Pangeran Sageri datang ke Jatinegara Kaum pada 1640 bersama saudaranya yang bernama Pangeran Sake untuk membantu perjuangan Pangeran Jayakarta yang membangun kekuatan di daerah ini, setelah menyingkir dari daerah Pasar Ikan lantaran diserbu Belanda.

Setelah berziarah, masih dalam komplek makam, Zainul Milal menuturkan dari letak makam tersebut membuktikan bahwa antara ulama dan umaro bersatu melawan penjajah.

Comments

comments