Senin 28 Agustus, Hadiri Diskusi “Menjaga NKRI, Mengawal Pancasila”

0
411

Pustakacompass.com, Bogor- Hadiri Diskusi “Menjaga NKRI, Mengawal Pancasila” di Aula PPIB (Pusat Pengembangan Islam di Bogor) jl. Raya Pajajaran No. 10 Baranangsiang Kota Bogor, Senin 28 Agustus 2017, Pukul 13;00 – selesai.

Akan ada hadiah buku gratis berjudul “Gerakan Politik HTI” terbitan Pustaka Compass.

bedah buku gerakan politik HTI

Dua alasan sederhana untuk kita menerima Pancasila sebagai ideologi negara, yaitu sejalan dengan nilai-nilai dan ajaran Islam, dan Pancasila sejauh ini mampu menjamin kebaikan konstitusional bagi keseluruhan rakyat Indonesia.

Sebagai penganut agama Islam, kita dapat membandingkannya dan menyatukan nilai-nilai ajaran Islam, namun kita bisa tidak menyamakannya. Karena keluhuran Pancasila tak seluhur dan kesucian agama itu sendiri. Pancasila adalah pegangan primer dalam peri-kehidupan masyarakat Indonesia dan agama-agama adalah seperangkat aturan dan ajaran ilahiyah.

Dimana pada prinsipnya, Pancasila memuat nilai-nilai dasar kemanusian, yang mempunyai rajutan erat dengan human dignity (martabat manusia). Dan human dignity adalah fondasi kuat semua nilai moral dasar ideologi Pancasila. Logika demikian kita bangun dengan melihat sosio-historis Piagam Madinah.

Konstitusi Madinah lahir ditengah-tengah masyarakat Yastrib (Madinah) setelah mempertautkan ajaran Islam dengan kondisi dan perkembangan politik tatkala itu.

Masyarakat Yastrib (Madinah) menerima Piagam Madinah karena eksistensinya menjamin masyarakat yang damai, tentram dan penuh toleransi. Demi kepentingan majemuk itulah, Islam harus beradaptasi dengan perkembangan setempat, dengan memegang kuat sekelumit prinsip ajarannya. Adaptasi nilai-nilai keislaman harus dengan penuh kelembutan sebagaimana jantung al-Qur`an yakni walyatalattaf.

Comments

comments