Shinta Nuriyah : Mereka Ada di Garda Depan Untuk Bangsa-Negara, Itulah Santri.!

0
608

Pustakacompass.com, Jakarta – Generasi emas para santri telah banyak memberikan pelajaran berharga bagaimana para santri menancapkan rasa kebangsaan yang tinggi dengan nilai-nilai luhur demi keutuhan umat dan menyelamatkan bangsa dan Negara.

shinta-nuriyah-pustakacompass-comNamun, prestasi, pengabdian bahkan pengorbanan untuk negara tidak pernah mendapat apresiasi signifikan dari negara. Hal ini disampaikan oleh Ibu Hj. Shinta Nuriyah Wahid dalam acara Puncak Penganugrahan Santri of The Year 2016 di Geudng Museum Nasional, Ahad, 23 Oktober 2016.

Menurut Sinta, sejumlah santri berprestasi dan mewarnai perjalanan bangsa masih jarang mendapatkan publikasi. Padahal, sejak perang kemerdekaan, santri berada di garda terdepan.

“Karakter santri itu selalu ikhlas, tawadhu, dan selalu memegang teguh kejujuran. Sehingga apapun yang dilakukan, apakah itu suatu pengabdian pada masyarakat, sebuah pengorbanan, sikap patriotis, atau pengabdian kepada bangsa dan negara tidak pernah dipublikasikan, bahkan tidak pernah mendapat apresiasi apapun”.

Salah satunya adalah Wahid Hasyim yang menjadi anggota Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia dan Panitia Sembilan yang merumuskan dasar negara. ”

“Padahal para santri diera kemerdekaan, berada di garda depan untuk menyumbangkan jiwa dan raga dalam menjaga bangsa negara Indonesia”, lanjut bu Shinta. “bahkan pada waktu itu ada orang yang bernama Wahid Hasyim yang membentuk badan keagamaan pada era penjajahan Jepang, dan berhasil masuk panitia 9 dalam perumusan dasar negara, Itulah santri..!” tegas bu Shinta mengingatkan sejarah.

“Dan mereka yang terus berjuang dalam membangun dan menata bangsa dan negara, sampai kapanpun, itulah santri..!!”

bushinta-nuriyah-santrioftheyear-pustakacompass-comBu Shinta melanjutkan, “Capaikan tertinggi yang diraih seorang santri adalah ketika seoranng Santri yang bernama Abdurrahman Wahid, dikokohkan sebagai Presiden ke-4 di negara ini..”

Istri tercinta dari Gus Dur ini hadir di Acara Santri of The Year 2016 untuk menerima penghargaan spesial, Lifetime achievement yang diberikan kepada Presiden ke-4 RI, KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

Karena itu, penganugerahan penghargaan “Santri of The Year 2016” kepada tokoh santri berbagai bidang ini sudah sepantasnya diadakan. Dalam sambutannya, Ibu Shinta mendukung dan mengapresiasi acara penghargaan ini.

“Terimakasih saya ucapkan kepada Pustaka Compass atas penghargaan yang diberikan kepada Gus Dur. Apa yang dilakukan Pustaka Compass dalam menginisiasi acara Santri of the Year 2016 ini adalah sebuah langkah tepat dan berdampak positif” ujar bu shinta.

Sinta Nuriyah berharap anugerah penghargaan ini dapat membuka mata hati bahwa para santri Indonesia itu bukan sekedar masyarakat “sarungan” yang bisanya hanya keluar masuk surau saja. Sinta mengatakan, para santri juga memiliki sifat patriot-patriot sejati.

Pemberian penghargaan kepada santri berprestasi bisa membuka pikiran masyarakat bahwa santri tak ‘hanya beribadah‘ keluar-masuk masjid, tetapi mereka juga adalah patriot sejati dan pahlawan negara,” katanya.

( Baca : Daftar Peraih Penghargaan Santri 0f The Year 2016 Pustaka Compass )

Dalam acara “Santri of The Year 2016” ini,  Pustaka Compass memberikan penghargaan kepada tokoh santri berbagai bidang, yakni Santri Inspirasi Bidang Seni dan Budaya, Santri Inspirasi Bidang Pendidikan, Santri Inspirasi Bidang Kesehatan, Santri Inspirasi Bidang Dakwah, Santri Inspirasi Bidang Teknologi, Santri Inspirasi Bidang Kepemimpinan dan Pemerintahan,dan Santri Inspirasi Bidang Wirausaha. Selain itu, Yayasan Pustaka Campuss memberikan penghargaan kepada Pahlawan Santri dan Penghargaan Santri Life Time Achievement.

( (Baca : Nomine Santri Of The Year 2016)

Dalam nominasi Santri Inspirasi Bidang Pendidikan ada beberapa tokoh yang masuk nominasi. Selain Mohamad Nasir, juga terdapat Yudian Wahyudi dan Hadi Susanto. Dalam nominasi Santri Inspirasi Bidang Seni dan Budaya ada beberapa tokoh yang masuk nominasi, yakni Zastrouw Al Ngatawi, Anang Hermansyah, dan Wali Band.

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawangsa dan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrowi masing-masing masuk dalam nominasi Santri Inspirasi Bidang Dakwah dan Santri Inspirasi Bidang Kepemimpinan dan Pemerintahan. Sementara tokoh penemu teknologi 4G, Khoirul Anwar masuk sebagai nominator peraih Santri Inspirasi Bidang Teknologi.

Acara santri of the year 2016 ini juga dimeriahkan dengan pagelaran seni budaya santri, antara lain Hadroh Syiir Tanpo Waton dari Simaharaja (Silaturahmi Mahasiswa Jepara), Pagelaran Pencak Silat Pagar Nusa An-Nahdlah Pondok Petir, Teatrikal Santri Nusantara oleh Zainal Abidin (Mahasiswa Jurusan Tafsir Hadis fak. Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta), Pembacaan Puisi Santri oleh Ubaidillah (Sastrawan Bogor), Pagelaran Tari Saman dari Pesantren Ummul Quro Bogor, Stand Up Comedy santri Oleh Fahmi Aiz (pemenang festival stand comedy santri PKB), Pagelaran Gambus Gerakan Santri Nusantara dll.

Maksud dan tujuan kegiatan penganugerahan “SANTRI OF THE YEAR 2016” ini adalah selain memberikan Penghargaan kepada para tokoh dan santri , dimaksudkan juga antara lain; pertama, Menemukan dan menampilkan Tokoh/Figur pria dan wanita yang telah memberikan sumbangsih prestasi mereka dalam bentuk gagasan inovatif dan sekaligus kerja dan karya juga prestasi bagi pembangunan bangsa dan negara tercinta ini.  Kedua, Mampu membangkitkan motivasi dan dapat memberikan suri tauladan bagi generasi muda serta masyarakat umum untuk lebih giat membangun Bangsa dan Negaranya. (RidhoHafiz)

 

Comments

comments